jadi seleb dengan cara yang menyedihkan

jumat pagi, jendela yahoo messenger gw diketuk oleh seorang temen ber-id riefika. dengan mimik sedih *ditandai ikon nangis bombay*, perawan karawang ini bertutur kalo dia abis kecopetan. persis sebulan gajinya amblas berpindah tangan. duh.. deepest condolescence buat ei, gw cuma bisa berucap inna lillaahi wa inna ilaihi roji'uun sambil berusaha ngegedein atinya. satu lagi korban kopaja 66 /(-_-)sorenya, balik dari meeting 'n flirting with gantengmen di plangi, jendela yahoo!messenger gw kembali terbuka. ei dengan wajah cerianya *disimboli oleh ikon smile lebar nyengir gigi* bilang bahwa berita kecopetannya itu dimuat dengan sukses di harian online nomor wahid di belantara dunia maya. wah temen gw jadi seleb nih hahaha!f(^_^) tapi emang bgitulah kehidupan di kalangan yang akrab dengan kesusahan, bahkan derita pun bisa jadi bahan tertawaan.

untuk mengabadikan berita yang berhasil mengangkat namanya, gw masukin ke blog ini deh. dengan harapan temen2 pengguna bis --termasuk gw--ga ngalamin kejadian sejenis.

Karyawati Komnas HAM Dirampok di Kopaja 66, Gaji Sebulan Amblas
Nurul Hidayati - detikNews

Jakarta - Angkutan umum Kopaja P66 makan korban lagi. Perampokan
terjadi lagi di mikrobus rute Blok M-Manggarai lewat Kuningan,
Jakarta, itu, Jumat (29/9/2005). Kali ini korbannya adalah Eri
Riefika, karyawati Komnas HAM.

Kisah kriminal ini bermula ketika Eri berangkat ke kantornya yang
terletak di Jl Latuharhari 4B, Jakarta Pusat. Dari rumahnya di kawasan
Pancoran, Jakarta Selatan, Eri menumpang bus menuju Kuningan di Jl HR
Rasuna Said. Di Kuningan, dia mencegat Kopaja P66 yang lewat kantornya
sekitar pukul 09.15 WIB.

Tak jauh dari Plasa Setiabudi, masih di Kuningan, para penumpang sudah
susut. Jam segitu memang bus-bus di Jakarta mulai lengang. Sebelumnya,
penumpang Kopaja itu kira-kira 10 orang. Tapi kemudian turun satu per
satu, hingga tinggal Eri dan 6 atau 7 pria yang duduk di bagian
belakang.

Nah, saat di depan Wisma Kodel, para pria yang berpakaian rapi bak
orang kantoran itu menghampiri Eri. Rupanya, tinggal Eri yang murni
jadi penumpang. Para pria itu adalah para penjahat.

Para pria yang disebut Eri, tidak bergaya sangar itu lalu memegangi
rok perempuan berusia 25 tahun itu. Ada yang langsung mengambil
tasnya. Eri yang hanya sendirian, tidak bisa berbuat banyak.

"Gaji sebulan saya amblas. Saya shock dan bangkrut," keluh Eri pada
detikcom lewat telepon, Jumat (29/7/2005) pukul 15.30 WIB.

Eri menceritakan, sebenarnya target para bandit adalah seorang pria
yang duduk di sebelahnya. Tapi pria itu keburu tahu aksi para penjahat
itu. Makanya dia buru-buru turun. Calon korban itu sudah dipegangi
kaki dan tasnya oleh para bandit itu. Sambil turun dari bus, pria itu
mengomel dengan kesal,"Dasar copet!"

Eri sebenarnya hendak mengikuti langkah pria beruntung itu. Tapi
langkahnya terhenti karena para perampok itu buru-buru mengalihkan
sasaran kepadanya. Eri tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menyerahkan
gajinya bulan ini. Sedangkan kartu kredit dan ATM tidak
diambil."Mereka beraksi sambil ketawa-ketawa," kata Eri.

Para bandit itu memulai aksinya dengan membuat keributan untuk
mengalihkan perhatian penumpang. "Mereka teriak-teriak ada kecoak, ada
kecoak. Mereka berusaha berbuat baik dengan mengusir kecoak itu,
sambil megang-megang rok saya," cerita Eri.

Eri sebelumnya pernah juga nyaris jadi korban perampokan saat
menumpang bus PPD 41 beberapa waktu silam. Karena itulah dia beralih
naik Kopaja P66. "Eh ini malah jadi korban," keluhnya.

Tapi Eri tetap harus menumpang Kopaja P66 meski telah jadi korban
kejahatan di bus langganan pencopet itu. "Kalau nggak naik itu, saya
nggak kerja," akunya.

Eri tidak melaporkan kejadian ini ke polisi. "Percuma, pasti susah
nangkepnya dan lagian duit saya pasti tak bisa kembali lagi," akunya.

Untuk itu, Eri menyarankan kepada para penumpang bus, utamanya Kopaja
P66, untuk menaruh curiga pada orang-orang yang berusaha mengalihkan
atensi penumpang dengan berteriak-teriak membuat keributan. "Juga
jangan terlalu percaya pada orang-orang yang sok akrab, sok berbuat
baik di bus," demikian pesan Eri Riefika.(nrl)
Share on Google Plus

About e-no si nagacentil

Cerdas, ceriaa, centil
    Blogger Comment

2 comments:

Bhasadai said...

Waduh, gw kok mikirin soal roknya Eri ya? Sebaiknya kalo naek angkutan umum, jangan pake rok. Jadi lebih cekatan leluasa,dan kalo pengen nendang ga usah mikir panjang...

adhi prayatna said...

ho'oh, jangan pake rok (asal ga malu aja), hehehehehee