Kebebasan Berpakaian

Gadis Arivia, kepada majalah 'dewi' menuturkan keprihatinannya terhadap pemasungan "kebebasan" berpakaian perempuan di Nangroe Aceh Darussalam. Gadis menuturkan, ketika ia berkunjung ke Serambi Mekah, berbondong-bondong para gadis belia mengungkapkan kesedihannya karena tidak bisa bergaya dengan rok mini, tank top, dan tren busana terkini seperti rekan seusia mereka di proprinsi lain. Penegakan syariat di NAD telah "membelenggu" jiwa muda mereka yang ingin berekspresi, salah satunya lewat fashion.

Akhir Juli lalu, dalam hajatan Bubu Awards V.06 di mana saya berposisi di meja registrasi bersama para wanita cantik yang menjadi among tamu, saya mendapati sesosok cantik tengah kalut karena kesalahan hair stylist dalam membuat tatanan rambutnya. Dan seperti kebanyakan wanita cantik lain yang panik akan bad hair day, si jelita ini kemudian memberdayakan berbagai piranti penutup "ketidaksempurnaan"-nya dan memanfaatkan restroom untuk menyulapnya menjadi "indah di mata".

Dalam pekan ini, sebagai agensi periklanan digital, kantor tempat saya bekerja akan dibanjiri wanita-wanita cantik sesuai standar industri kecantikan: tinggi, putih, langsing dengan ukuran tertentu, rambut sebisa mungkin lurus agar mudah ditata dengan blow. Persis usher yang saya temukan di meja registrasi tadi. Sebelum memulai sesi pemotretan dan casting, tentu saja kami melakukan perburuan melalui jalur mana pun. Ini kali kedua kami menjadi pemburu kecantikan fisik. Salah satu model yang pernah saya ajukan di pemotretan terdahulu, mentah-mentah ditolak tim kreatif untuk digunakan kembali dengan alasah: udah gendut. Si model "gendut" tadi, ketika saya undang casting melalui telepon sebelumnya juga menyatakan ketidakpercayadirian-nya karena kelebihan berat badan. Untuk ukuran model tentunya.

Tiga ilustrasi yang diangkat dari kisah nyata di atas, sesungguhnya memberi perenungan dan pemikiran baru tentang sebuah makna kebebasan dalam berpakaian bagi perempuan. Mata awam bisa saja beranggapan bahwa syariat Islam yang membatasi pandangan laki-laki terhadap fisik perempuan adalah bentuk "pemenjaraan kebebasan" perempuan dalam arti sempit. Tetapi, dalam cara pandang yang lebih luas industri kecantikan dan mode sesungguhnya telah mempersempit gerak perempuan dalam menilai diri sendiri semata berdasarkan fisiknya. Seorang model cantik yang leluasa berbikini, selamanya terbelenggu dalam aturan diet agar tetap terlihat memikat dalam balutan busana minim tanpa gelambir selulit membelit tubuhnya.

Sebaliknya, perempuan dalam balutan jilbab yang menutup dan "membatasi" justru lebih bebas dalam mengekspresikan dirinya dan membiarkan perempuan mengapresiasi lebih pada bukan sekedar yang tampak. Minimal, ketika pada akhirnya diet dan gym menjadi pilihan, orientasinya bukan lagi sekedar memenuhi syahwat para lelaki pemuja kecantikan zahir.

terinspirasi dari kisah Pingkan di majalah Annida tahun 90an
Share on Google Plus

About e-no si nagacentil

Cerdas, ceriaa, centil
    Blogger Comment

7 comments:

mayasari said...

artikel yang bagus...
centil, aku nanti nyomot sedikit bagian banner ya, untuk di link di blogroll ku...

Anonymous said...

Tulisannya bagus jeung..

alfaroby said...

bagi saya, yang terlihat cantik bukan hanya luarnya saja, tetapi dalamnya juga, dalam artian, sikap dan perilaku serta tutur katanya, ada ungkapan dari teman saya

wanita adalah mutiara dunia
dan mutiara terindah adalah wanita yang sholehah

e-no: si nagacentil said...

@mayasari : monggo mbak, mariiii...
@tikapinkhana : makasi cintah
@alfaroby : dengan menutup aurat maka perempuan akan lebih dihargai bukan dari fisiknya aja kan, setujuuu !

ImanSulaimanBlog said...

Novel Pingkan : Sehangat Mentari di Musim Semi memang keren. Menarik, lincah, dan ada hikmahnya. Tapi ya itu kekurangannya sosok si Pingkan terlalu sempurna :)

Saya baca ini nggak lama setelah cerpen fenomenalnya Mba HTR Ketika Mas Gagah Pergi.

Dua judul ini benar-benar bikin musnah stigma membaca tulisan islami boring dan bikin pusing hehehe. Alhamdulillah penulis Islami bagus2 kini makin banyak.

Menunggu hikmah2 Ilahiyah bertebaran ini disajikan dalam sebuah sinema menarik dan bermutu (berharap) ...

(duh) kebanyakan yak???

tedy said...

yang tertutup lebih afdol....

e-no: si nagacentil said...

@iman aku suka serial Pingkan itu karena karakternya yang gak kaku dan lumayan "centil" kayak nagacentil hahaha

@tedy makin tertutup makin bikin penasaran ya hahaha