Harapan Dalam Kepingan Uang Logam

Apa yang bisa dilakukan oleh sekeping uang logam?

Pamor uang logam atau koin bisa dibilang merosot seiring inflasi mata uang. Dulu koin begitu digdaya hingga nilainya setara dengan sepotong bakwan tahu atau lontong isi oncom sambal kacang favorit saya.Tapi jaman memang selalu bergerak. Koin kini mungkin hanya dicari ketika kita melakukan pengisian pulsa manual, memberi receh buat pak ogah di jalan, atau bahkan mengisi celengan sampai penuh tanpa tahu mau dikemanakan masa depan sang koin. Beberapa komunitas mungkin masih memanfaatkannya untuk mengusir angin dari tubuh jika dikolaborasikan dengan minyak angin atau balsem :-)


Tahun lalu, saya merangkai koin senilai 500 rupiah dengan coklat diikat pita emas dan membagikannya pada anak-anak di hari Lebaran. Kini, kumpulan koin dalam celengan kertas bermotif Strawberry Shortcake itu telah sukses berpindah tangan di Coin Collecting Day di Kopi Tiam Oey akhir pekan kemarin. Ya, akhirnya setelah sekian lama memasang banner Coin A Chance di blog ini, dan sekian kali menerima invitation di Facebook Event tentang CCD, akhirnya saya secara nyata menjadi bagian dari kegiatan ini.


Seperti sebatang lidi, sekeping uang logam mungkin tak akan banyak berarti jika sendiri. Tapi ia menjadi amat berarti bagi kelangsungan masa depan seorang tunas belia bernama indah Bintang Gempur Anarki, ketika sang koin dipersatukan dengan sesamanya. Sabtu itu, saya melihat sendiri betapa antusias publik menyumbangkan koleksi koinnya. Blogger Makassar bahkan mengirimkan dalam satu kotak khusus yang sudah dihitung jumlahnya dan diterakan dalam sampul dus. 


Berteman segarnya es buah sebagai ta'jil di kedai milik dewa kuliner Bondan Winarno (ta'jil yang unik karena umunya ta'jil di banyak rumah makan menghidangkan kolak), belasan coiners atau droppers --sebutan bagi pengumpul koin-- menghitung satu satu ratusan keping yang datang petang itu. Tak kurang dari 1.6juta rupiah terkoleksi hanya dari kepingan yang  selama ini kerap luput dari perhatian kita itu. 


Saya sendiri, sore itu selain membawa misi dari deBlogger juga ingin merasakan nikmatnya berbagi dari hal terkecil dan tampak sepele sekali pun. Dan tampaknya, saya sudah teracuni oleh indahnya berbagi ...
Share on Google Plus

About e-no si nagacentil

Cerdas, ceriaa, centil
    Blogger Comment

4 comments:

meegatea said...

Bagus... saiay jadi termotifasi untuk melakukan hal kecil tapi bermanfaat bagi kemanusiaan, nyambung enggak ya..!? kalo ngga nyambung, tolong Eno hapus ya... fish...!! :-D

dhodie said...

Semoga bisa ada penawar racunnya :-P

CaC.. the first event outside of deBlogger we participated, then the list will continue... I believe so.

Anonymous said...

Sepertinya saya kenal dengan celengan warna putih itu?iyah pengen juga ikut langsung keacara CCD

e-no: si nagacentil said...

@meegatea nyambuuuuung kok =P
@dhodie insya Allah ni permulaan, berikutnya kita tebar virus kebaikan
@tikapinkhana gak putih, itu strawberry shortcake =P. Bulan depan pasti ada lagi kok, ikutan aja kalo ada waktu...