Sopan Berjualan Online

Ada yang salah dengan jualan online?


Tentu saja enggak. Berjualan secara online sesungguhnya merupakan cara mengurangi cost karena kita nggak butuh lapak dan penjaga toko. Tapi, ketika facebook kita mulai ramai oleh tag-tag foto popok yang belum perlu untuk saat ini tentu saja jualan online mulai mengganggu. Belakangan jualan online juga merambah ranah social media yang lain seperti twitter, instagram (!), dan tentu saja instant Blackberry messenger...


Tiga undangan menambah kontak di BBM degan berat hati saya abaikan karena saya nggak kenal siapa pengundangnya.  Selain itu dari ID-nya saya curiga ada kaitannya dengan jualan online. Bukannya nggak mendukung bisnis temen, tapi kalau setiap menit kudu buka BBM yang tang-tung-tang-tung tanpa henti karena arus transaksi/promosi yang deras tentu saja bikin capek. Dan bukan nggak mungkin berujung pada logo jam analog yang berputar jarum jamnya alias hang! *disoraki BB haters*


Meski diamini sebagai media yang ampuh untuk jualan, bukan berarti lantas kita bisa seenaknya menempuh jalur ini tanpa etika buat berjualan lho! Dari TechnoPreneur dan pengalaman pribadi sebagai "korban", berikut saya sarikan beberapa norma jualan online:

  • Tampilkan informasi yang benar sebagai validasi usaha Anda. Siapa yang bakal percaya sebuah online shop dengan gadget mahal jika cuma menyantumkan nomor ponsel tanpa lokasi?
  • Jangan paksa orang untuk "add", *like", "follow" atau sejenisnya. Alih-alih menambah calon pembeli potensial, cara ini justru mengundang orang untuk memblokir akun Anda.
  • Informasikan produk terkini secara lengkap: sertakan gambar dan deskripsi, jika barang sudah terjual beri keterangan Sold Out atau Booked.
  • Untuk mencegah penyalahgunaan data, pisahkan informasi yang kurang layak diketahui publik seperti nomor telpon atau  harga produk
  • Di facebook, hindari nge-tag semua orang pada foto produk atau nulis di status wall teman kita. Nggak semuanya suka lho! Apalagi kalau orang tersebut bos kita... ini sih sama aja bunuh iri!
  • Jualan di BBM? Silakan saja, tapi tetep perhatikan etika. Sama kayak menelpon, nggak etis kan kalau nge-BBM pagi-pagi buta atau malam menjelang tidur cuma buat promosiin barang.  Tau kan alasannya?
  • Jangan juga broadcast ke semua contact list BBM buat promosi, sebaiknya pisahkan akun pribadi dengan akun jualanmu. 
  • Belum memungkinkan punya PIN khusus buat jualan? Pilah dan pilih siapa yang akan kamu kirimi info produkmu. Memasang foto produk sebagai profile picture juga bisa jadi alternatif. Who knows di antara contact list-mu ada yang tertarik dan bertanya-tanya
  • Akui aja, twitter memang lagi nge-hits tapi membanjiri timeline dengan tweet jualan juga ngeganggu lho. Lebih baik bikin satu akun khusus jualan ketimbang menggunakan akun pribadimu, kecuali kalau siap di-unfollow karena annoying
Ini sih cuma pendapat pribadi saya sih yang sering terganggu oleh cara kurang menyenangkan jualan-jualan online. Idealnya, jualan online memang menggunakan ruang pajang sendiri yang disebut website. Susah? Nggak kok kalau kamu kenal yang namanya blog. Social media tools kayak twitter, facebook, atau instant messenger adalah makelar yang menghantar calon pelanggan mampir ke toko kita. Kalau terlalu berisik juga nggak asik...



Foto diambil dari inmagine.com
Share on Google Plus

About Retno Wulandari

Cerdas, ceriaa, centil
    Blogger Comment

3 comments:

lapakonline76 said...

terima kasih atas saran dan kritiknya ya gan setelah membaca ini mungkin saya jadi tau mana yang bole dan ngga boleh oia kalo sempet mampir ke tokonline saya sapa tau bisa ngasih arahan dan memperbaiki isi dan tampilan dari dagangan saya terima kasiih salam kenal

Linda Leenk said...

aq sempet nyindir yg sering broadcast sih
dan yang sering ganti status,eng meski bisa matiin notifikasi kalau yg ini ya...
intinya ya tetep harus tau etika kalau mau jualan,ga asal trabas.. ;)

mukpin said...

ada yg parah sms promo jualan tiket gak jelas dan berulang2..