PIKnik Yang Dirindukan

Namanya juga KopdarJakarta ya? Gak afdol kalo gak ada keriaan berjudul kopdar. Meski secara informal, komunitas kura-kura hura-hura ini udah cukup sering kopdar nebeng acara brand tapi secara resmi memang kebanyakan berujung wacana. Syukurlah akhirnya tercapai juga cita-cita mulia mengembalikan nama baik *minjem istilah Rere) lewat keriaan bertajuk #KopdarPIKnikBigBird ini....

Taman Ekowisata Mangrove di kawasan utara Jakarta jadi destinasi anak muda pecinta kopdar, selain lokasinya masih terjangkau tempat ini juga mengingatkan kembali kejayaan bangsa sebagai negeri bahari. Tsah apa sih! 

Jam delapan pagi udah kumpul di fX gini, sungguh teladan!


Tempat jajan fX Sudirman jadi meeting point Kojakers, bukan hal gampang lho karena waktu piknik yang bertepatan dengan CFD membuat kami harus pintar-pintar memilih jalan menuju TKP pertama (tempat keriaan piknik). Saya sendiri awalnya sempet pesimis bisa datang ke lokasi sepagi ini. Apalagi setelah dua hari berturut-turut ajeb-ajeb pleus ke kelas Akber. Berkat tekad kuat untuk #BeResilient akhirnya berhasil melawan rasa malas dan cling! Sampailah saya buat sarapan bareng Kojakers se-Jabodetabek di fX. Horeeee!

Berdoa wefie dulu sebelum berangkat piknik
Kojakers yang berasal dari berbagai strata usia, status, dan geografis Geoloc ini memang warbiyasak komitmennya! Apa pun kesibukan dan kelelahannya, siap dibahagiakan dengan piknik bersama. 

Update medsos dalam bis, tetep dong!
Piknik difasilitasi oleh BlueBird yang menyediakan satu bis lengkap dengan supir buat mengawal halan-halan gerombolan kura-kura hura-hura yang seneng online ini. Yang dilakukan pertama kali pas check in dalam bis udah jelas: cari colokan! Disupiri pak Munawir, perjalanan ke pantai utara pulau Jawa ini nyaman banget. Udara Jakarta yang panas hari itu gak berasa sama sekali berkat siraman rohani hawa AC yang berhembus-hembus bikin segar. Di dalam bis juga udah diinstal piranti karaoke yang bikin perjalanan makin fun. Dan dalam waktu kurang dari satu jam rombongan kura-kura sampai juga di TKP. Cepet ya?

Payung (yang bikin) teduh

Taman Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk ini berlokasi gak jauh dari Yayasan Budha Tsu Zhi yang juga satu area dengann DAAI TV. Untuk mencapai lokasi, katanya sih bisa pake Transjakarta. Hamdalah dianter BigBird jadi gak perlu capek dan susah buat mencapai tempat ini. 

Tiket masuk ke TEW Mangrove PIK per orang cuma 25rb (10rb untuk anak-anak). Bawa kamera pro bakal kena biaya sejuta, lumayan ya? Rasa-rasanya kalo cuma konsumsi pribadi cukuplah kameran HP yang mumpuni. Demikian juga makanan dan minuman, terlarang dibawa masuk ke lokasi PIKnik. Namanya juga daerah batas menuju pesisir, udah jelas panas. Jadi sebaiknya gunakan pakaian yang higroskopis dan nyaman dipakai. Yang bawa anak, siap-siap baju ganti lengkap dengan pelengkap macam tisu basah atau bedak deh biar gak rewel karena gerah. Lengkapi juga dengan proteksi berupa sunscreen supaya kulit kamu gak kebakar dan sunglasses untuk mencegah radiasi sinar UV pada area mata. Payung dan topi sangat dianjurkan buat dibawa, sangat berguna untuk mencegah heat stroke, apalagi buat saya yang termasuk spesies vampir. 

Wahana di TEW Mangrove PIK ini lumayan banyak sih, selain pondok penginapan seharga 250rb semalam (buat one night stand lumayan katanya, asal betah dinyamukin hihihi) kamu juga bisa merasakan sensasi mendayung perahu atau keliling air hutan bakau dengan speed boat. Siapkan aja biaya tambahan mulai 250rb (bisa patungan kok, kan lebih asyik kalo satu kayuh berdua ^^). Disediakan juga menara pemantau buat mantengin biota dari kelas Aves dan Mamalia golongan Primata. Dan.... sepertinya tempat ini pernah saya singgahi sebagai lokasi praktikum Taksonomi Vertebrata jaman kuliah hahaha (jangan tanya kapan plis!). Hanya saja, pas pengamatan jadi mahasiswa dulu hutannya lebih lebat dan saya masih bisa menikmati burung kuntul terbang leluasa.  

Cukup banyak spot bagus di TEW Mangrove PIK yang instagrammable, sayangnya sekali lagi kesadaran buat menyimpan sampah anorganik para wislok memang masih kurang ya? Sepanjang perjalanan beberapa kali menemukan bekas makan dan minum yang ditelantarkan begitu saja... =___= 

Spot favorit buat foto-foto dan merenung.... 
Di TEW Mangrove PIK ini kamu juga bisa menanam bibit bakau dengan namamu lho. Biayanya mulai 150rb per pohon. Sebetulnya berbarengan dengan #KojakPIKnikBigBird ini komunitas @KemangTEER juga lagi ada penanaman bakau bareng Luna Maya, tapi kami emang sengaja menghindari keramaian sih. Gak enak kan kalo nanti mereka histeris ngejar-ngejar Dimas Novriandi buat foto bareng misalnya, sementara Luna Maya dicuekin (^o^,)

Trus ngapain aja Kojakers di sini?

Selain duduk-duduk manis melepas rindu, melepas tawa dan obrolan diselingi foto-foto sana-sini demi memperbanyak konten instagram belum lengkap tanpa syuting video kece Tentu aja di bawah arahan Goenrock sutradara sekaligus manusia kamera yang juga menyumbangkan foto-foto bagus dalam blog ini. 

Ini video hasil karyanya yang saya sukak banget! Luar biasa, karena hanya berselang beberapa jam pasca piknik Goen udah mengunggah karyanya. 


Formasi lengkap #KojakPIKnikBigBird

Dan ini dia, video pendek besutan @Goenrock yang sungguh ciamik dan bikin berdecak.... 


Seneng banget bisa ikutan PIKnik bareng keluarga @KopdarJakarta. Menjura buat momod-mimid yang udah bikin akhir Januari ini begitu berarti. Mau jadi bagian dari keriaan macam ini? Coba follow dulu akun @kopdarJakarta di twitter ya ....


Share on Google Plus

About Retno Wulandari

Cerdas, ceriaa, centil
    Blogger Comment

5 comments:

Goenrock said...

Itu pondokannya ada listrik nggak di dalemnya ya. BTW kok tahu kalau banyak nyamuknya? Hmmm... Hmmm... Hmmmmmmm....

e-no: si nagacentil said...

Jadi gini kak... *benahin rambut yang berantakan*

Natalia Turangan said...

Huwuwuwu... aku jadi kangen kaliaannn....

Timothy W Pawiro said...

Woww emang kece kl brg goenrock bakal dibikinin video yaaa ... mau dongg ikutannn *langsung nodong* :D :D :D

Linda Leenk said...

Aku senang!
aku mau piknik lagi donk donk donk