Diet Itu Apa?

Kalau saya bilang mau diet, reaksi pertama orang-orang adalah "Mau dikurusin semana lagi lo?"

Padahal, mengacu pada wikipedia, diet berarti pengaturan pola makan dan nutrisi dengan tujuan tertentu: naik/turun berat badan atau alasan medis. Nah, stigma yang telanjur tertanam di kebanyakan kepala adalah diet berarti menggeser angka timbangan ke kiri dengan mengurangi atau pantang makanan tertentu. Mari kita mulai ubah cara pandang ini... 

Waktu menerima undangan bincang-bincang bareng Body Key Indonesia, saya sempet mikir. Dengan kondisi BMI yang masih tergolong underweight, ngapain ya saya dateng ke acara yang mayoritas hadirinnya adalah mereka yang bercita-cita menuju berat badan ideal dengan mengurangi angka timbangan? 

Terima kasih Body Key yang gak membeda-bedakan kami berdasarkan berat badan. LOL.

Dalam bincang-bincang berdurasi tiga jam itu (minus makan enaknya hehehe) terbukalah tabir bahwa sebetulnya program yang diluncurkan oleh Body Key Indonesia ini bukan hanya buat kaum yang berlebihan berat badan. Para fakir lemak yang masih harus disubsidi makanan bergizi macam saya juga dipersilakan ikutan program ini. Oh sungguh senang! *lonjak-lonjak*

Body Key merupakan program 60 hari (karena 30 hari itu untuk mencari cinta) pengelolaan berat badan dengan tujuan akhir menuju ideal, turun atau naik sesuai harapan. Kenapa berat badan perlu dikelola serius macam keuangan? Karena kata Vety Vera yang sedang-sedang saja itu yang utama *dangdutan*.

OK serius! 

Kelebihan atau kekurangan berat badan, sama kok bahayanya. Obesitas berisiko mengundang penyakit degeneratif macam hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, sampai jantung koroner. Serem kan? Nah, sebaliknya underweight juga sama bahayanya kok. Saya sendiri mengalami akibatnya: sering capek, lesu, lemah, kurang gairah, dan mendambakan kasih sayang jadi gak produktif. Tapi, sungguh sulit mengembalikan angka timbangan pada nilai ideal sebagaimana anjuran para ahli gizi. Sungguh! 

Karena metabolisme setiap manusia beda-beda, itulah yang menjadi kunci pengelolaan berat badan sejati. 

Saya gak perlu bahas obesitas ya? Gak ada yang percaya juga tips menurunkan berat badan ala saya, lha wong saya terlahir kurus abadi gini... *benerin kerudung*

Body Key By Nutrilite merupakan rangkaian produk yang dirancang untuk mengelola berat badan secara sehat. Makanya, selain produk untuk dikonsumsi secara oral (makanan dan minuman gitu maksudnya!) Body Key juga dilengkapi InBody--activity tracking system berupa gelang stylish yang membantu memantau kegiatan harian (termasuk berapa kalori yang dibakar dan dikonsumsi pleus kualitas tidur) serta printilan seperti massa otot, sampe kadar lemak (huwow sekali!). Cakep banget dan saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama jumpa dirinya. 

Lihat betapa sakti dan cantiknya InBody ini!



Dengan InBody yang sungguh kece, pastinya setiap langkah menuju sehat yang saya lakukan sehari-hari bakal lebih terukur kan? 

Untuk asupan nutrisi sendiri, Body Key meluncurkan minuman serbuk yang kaya serat dengan rasa nikmat seindah jatuh cinta.



Tiga varian rasa yang digelontorkan ini, semuanya enak. Saya paling suka rasa coklat dan cafe au lait-nya, gak terlalu manis (kayak rayuan DIA). Oh ya, penyajiannya juga gampang banget sih. Tinggal masukkan dalam shaker cantik (yang dilengkapi whisk atau pengaduk imut di dalamnya), kasih air dingin biar lebih enak, goyang-goyang dan voila! Jadilah minuman bernutrisi yang bisa kamu bawa kemana-mana. Praktis kalo pas lagi buru-buru dan gak sempat sarapan. 

Kamu suka yang mana?
Sebagai mahluk dengan kelainan intoleransi laktosa yang berdampak signifikan pada mules-mules setelah mengonsumsi susu, awalnya saya rada khawatir pada reaksi perut sesudah menenggaknya di pagi hari. Tapi untunglah beberapa kali sarapan bareng Body Key rasa Cafe Au Lait perut saya aman-aman saja hehehe... 

Seporsi Body Key drink ini mengandung 5-9 gram serat serta kalori antara 120 dan 130 kkal (tergantung varian rasa), cukup banget buat menunjang jalan kaki dan berdiri di Commuter Line sepanjang Depok - Cawang. Karena kadar seratnya cukup tinggi, ini sangat membantu saya meredam lambung yang bergigi dan selalu lapar. Eh nah katanya mau naikiin berat badan kok nahan lapar?

Gini, ternyata oh ternyata kebiasaan ngemil tanpa henti itu walaupun gak berbahaya buat badan saya tapi dampaknya terasa pada gigi. Menurut dokter gigi di Difa OHC, gigi kita seharusnya diistirahatkan dati kebiasaan mengunyah non stop. Mengunyah sih sehat buat kerja otot dan produksi enzim tapi camilan menyebabkan kondisi gigi jadi asam dan menumbuhsuburkan para bakteri gigi penyebab karies. Huh pantesan aja gigi saya terindikasi bolong-bolong   f(=____=,).

Meski cuma mengonsumsi Body Key drink ini, saya gak perlu khawatir kekurangan gizi sih. Kandungan protein, vitamin, dan mineral di dalamnya cukup buat menjaga hati tubuh tetap ternutrisi dengan baik. Udah pas banget lah buat sarapan!

Oh ya, karena tujuan dari Body Key ini adalah buat mengelola berat badan tanpa kekurangan zat gizi mereka menciptakannya dalam satu rangkaian seperti yang dipamerkan dalam gambar ini. Nggak hanya buat mengenyangkan, produk lain dari Body Key series ini juga dirancang sebagai penyedia sumber nutrisi tambahan penunjang metabolisme. 

Banyak dan lengkap ya?





Share on Google Plus

About e-no si nagacentil

Cerdas, ceriaa, centil
    Blogger Comment

6 comments:

venus said...

beli trackernya di mana, eno? dijual terpisah atau harus beli sepaket sama nutrilite?

e-no: si nagacentil said...

Sepaketan di ahen-nya Nutrilite kayaknya Mbook, kemaren mbak Febry Meuthia sama Tenit dapet sepaket huhuhuh iriii (baca: pengen banget)

Timothy W Pawiro said...

Akoooh mau yg cafe au lait donggggg :3

Satya Winnie said...

Sudah coba yang rasa coklat dan enak banget yaaaaaa. Ena ena ena enaaaa!

Retno Wulandari said...

@Timo sini lah mampiir!

Retno Wulandari said...

@Satya ena ya?