#MenemukanIndonesia Bersama Para Komika

Seringkali, kita terhentak lalu menyadari kerinduan pada seseorang, atau sesuatu, ketika jarak membentang membatasi tatap. Inilah, barangkali, yang tertangkap dari perjalanan seorang Pandji (bersama awak Mesakke Bangsaku) menjelajahi empat benua, delapan negara, serta 20 kota sebelum akhirnya menemukan (kembali) Indonesia. 

Publik boleh memandangnya sebagai tur dunia yang bahagia. Menceritakan kelucuan dalam performa tunggal di hadapan ratusan penikmat komika, berpindah negara beriklim empat musim, dielu-elukan pemuja yang selama ini hanya menikmati lewat tayangan YouTube...

Nyatanya, #MenemukanIndonesia yang tak lain adalah rekaman dokumentasi adalah satu dari banyak cara menggugah anak muda nusantara pada negrinya. Lewat film berdurasi lebih dari seratus menit ini, kamu akan mengetahui bahwa gak mudah menjadi komika. Menghibur lewat kecerdasan pilihan kata tanpa berujung pada ketersinggungan SARA itu susah lho!

Pandji, adalah satu dari sedikit komika yang bisa melucu dengan cerdas. Sepiawai apa pun, Pandji tetap manusia milenium yang punya emosi. Lewat film dokumenter ini, kamu akan mengetahui arti kerjasama tim dan leadership tanpa menggurui. Juga, menyimak bagaimana terpisah ribuan kilometer justru membuat persaudaraan dan cinta bangsa makin lekat. 

Bagian dari #MenemukanIndonesia yang membuat saya tertawa lebar dan menepukkan tapak tangan, adalah "nasihat teramat bijak" dari nyonya pejabat negara bagi anak muda.

Mau tau apa?

Silakan tonton sendiri, dengan mengunduh tayangan lengkapnya di sini ya dan ceritakan ke saya apa jawabannya.

Oh ya, #MenemukanIndonesia juga tersedia dalam bentuk cetak berupa buku setebal 282 halaman. Kamu bisa membelinya secara online, jangan lupa unggah fotomu waktu membaca buku ini di Instagram dengan tagar #HotDudesReading  ^___^




Share on Google Plus

About Unknown

Cerdas, ceriaa, centil
    Blogger Comment

3 comments:

Erick Paramata said...

Saya sudah baca bukunya. Mengagumkan. Selalu suka dengan cara pandang bang Pandji. Pengen nonton dokumenternya juga hehe.😊

Erick Paramata said...

Saya sudah baca bukunya. Mengagumkan. Selalu suka dengan cara pandang bang Pandji. Pengen nonton dokumenternya juga hehe.😊

Retno Wulandari said...

Nonton dan temukan part mana yang aku maksud hahahaha..... seru juga lho