Karena Mencintai Apa Adanya Adalah Sebuah Jebakan

Entah apa yang menari-nari di pikiran Tulus waktu dia menulis lirik "Jangan cintai aku apa adanya". Tapi saya harus mengamini makna di balik easy listening music besutannya ini sambil membatin "Yajugaya...."

Dengan rentang waktu nyaris dua dekade, Tulus membantah habis rayuan Billy Joel yang memohon pasangannya supaya gak berubah karena "I love you just the way you are!" Jangan-jangan rengekan ini cuma alasan dan jebakan supaya kamu tetap gitu-gitu aja lalu pergi atau mendua hati. Waduh kok jauh amat mbak mikirnya..

Gini..

Saya punya teman, duluuu badannya bagus banget. Ideal macam standar cantik sebelum Twiggy mengobrak-abriknya dengan ukuran BMI kategori underweight. Berjalan di sebelahnya membuat saya merasa seperti pensil: lurus-tanpa-bisa-dibedakan-mana-pinggang-dan-leher. Ratusan bulan tanpa pertemuan, seperti kebanyakan cerita reuni yang bermula pada respon pertama "Yak ampun lo gemukan ya sekarang" demikianlah yang terjadi pada teman saya itu.

Melebar. Meski tetap menawan.

Bukan masalah pertambahan kambium seperti layaknya pohon yang jadi perhatian saya. Fakta bahwa ancaman kesehatan terkait penyakit degeneratif berbanding lurus dengan meningkatnya pergeseran jarum timbangan ke kanan, adalah kekhawatiran saya. Dan benar dugaan saya. Tumpukan keluhan terkait kondisi badan seperti lapisan lemak yang terus bertambah.

Lalu apa hubungannya sama teori mencintaimu-apa-adanya?

Teman saya ini, ternyata duluuuu selalu  dituntut tampil prima yang diejawantahkan dalam bentuk makan sehat dan rajin olahraga oleh (mantan) pacarnya. Pokoknya gak boleh gendut!  Menyiksa banget ya?

Kemudian mereka putus dan teman saya itu akhirnya menemukan dermaganya. Pasangan yang menyayangi tanpa menuntut angka BMI gak boleh lebih dari 24,9! Jadi, mau makan enak dan leyeh-leyeh mendukung simpanan lemak mah bebaaas!

"Aku sayang kamu apa adanya kok Hun!"

Bertahun-tahun kemudian cinta-apa-adanya jadi menyengsarakan teman saya yang sekarang bergulat melawan kemalasan bergerak, menahan apa pun kenikmatan dunia yang memperbesar kemungkinan pertambahan kambium. Berat tapi harus!

Aku-mencintaimu-apa-adanya juga bermakna membiarkan pasangan dengan kulit gak terawat (lalu berdalih "kan udah laku" dan membuat saya berpikir ini manusia apa kambing sih?). Dan kemudian ngaku khilaf ketika terpesona keindahan ragawi di luar sana...

Seperti hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin, sejatinya kisah asmara juga tak berhenti pada slogan apa-adanya-kamu melainkan perbaikan dalam banyak segi. Bukan begitu?

Share on Google Plus

About Retno Wulandari

Cerdas, ceriaa, centil
    Blogger Comment

0 comments: