Friday, July 03, 2015

Belajar Bikin Sushi

Suka sushi?


Hal mengagumkan dari nasi gulung khas Jepang ini adalah kombinasi sempurna antara rasa dan tampilan. Selain cantik di mata, sushi juga menyenangkan bagi lidah dan cukup buat memenuhi rongga perut (di piring ke berapa? hahahaha)

Jumat kemarin, di acara re-launching L'OrĂ©al 1 Minute Hair Mask bonus tambahan selain ngobrol-ngobrol cantik soal perawatan rambut, kami juga bisa mencicipi langsung cara bikin sushi dalam satu menit. Yeeehaaaa! Balapan bikin sushi vs hairmasking nih! 

Membuat sushi ternyata nggak susah. Memang sih ada trik tersendiri dalam hal mengatur jumlah nasi yang akan dicetak, meletakkan isian, sampai memotong sushi jadi bite size.



Namanya juga sushi chef, tantangan satu menit bener-bener berhasil dipenuhi! 
Mula-mula, nasi sushi yang udah disiapkan ditakar sebanyak sekepalan tangan. Kemudian diletakkan di atas bambu yang bakal jadi cetakan sushi. Jangan lupa tempelkan nori ya... 


Kemudian, letakkan isian yang kamu suka di atas nasi yang sudah diratakan pada bambu. 



Menggulung sushi cukup dua kali, tekan-tekan sedikit agar sushi jadi padat. Nah, setelah tergulung rapi siapkan pisau khusus buat motong. Oh ya, part ini juga ada triknya supaya hasil irisan sushi rapi lho. 


Setelah mendengarkan arahan dan ngamatin satu-satu cara sushi chef beraksi, akhirnya saya berhasil bikin sushi sendiri..... dengan kecepatan menyamai creambath di salon hahaha. Namanya juga belajar.

Dan inilah sushi hasil bikinan saya! Kayak semangka ya? Tau nggak komposisinya apa aja? ^^



Wednesday, July 01, 2015

Satu Dekade Festival Jajanan Bango


Nggak terasa ya FJB udah masuk satu dasawarsa! Ketika akhirnya saya punya kesempatan makan –siang-terakhir-sebelum-puasa tahun ini, FJB adalah destinasi buat memanjakan perut dan mensukseskan program #MenujuLangsing.

Transformasi FJB dari tahun ke tahun memang menunjukkan progress yang berarti. Saya ingat, pertama kali ke hajatan penuh jajanan ini antusias publik belum segila sekarang.  Masih bisa leluasa bolak-balik menambah porsi makan. Mungkin karena waktu itu, sekitar 2010, FJB digelar dalam beberapa hari? Lupa. Yang saya ingat makanannya enak-enak semua hahaha...

2010...

Kumpulan jajanan nusantara yang difasilitasi oleh Bango ini nggak diragukan lagi menjadi semacam surga kuliner. Dan antrian panjang adalah indikasi betapa gerai rujak cingur asal Surabaya begitu dinanti. Otentik banget, bumbu rujak yang dicampur petis diulek langsung dalam cobek raksasa. OK ini lebay! Kekurangan dari FJB kala ini adalah penggunaan styrofoam sebagai alas makan.

Lima tahun lalu... Ihiy! 
Syukurlah di 2014 Bango melakukan perbaikan dengan mengganti piranti makan menggunakan bahan yang lebih reusable.  Tatanan gerai pun lebih rapi dan terpusat, lebih gampang nyarinya hehehe... Dan tentu saja makin banyak gerai jajanan bergabung menyemarakkan! Kenyang!

2015...

Jakarta menjadi kota penutup rangkaian FJB. Diadakan menjelang Ramadan, tumpah ruang penikmat kuliner memenuhi parkir barat Senayan. Perbaikan terus ditambahkan, termasuk fasilitas air minum gratis dari Pure It yang tersedia di berbagai sudut. Horeee... tinggal bawa tumbler dan siap-siap usir jauh dehidrasi!

Puas-puasin isi tumbler dengan air minum! 

Kesigapan tim bersih-bersih di lokasi juga patut diacungi jempol. Di meja-meja yang tersedia, tim CIF langsung menghampiri untuk mengangkut semua perabot bekas makan dan menyulap meja yang penuh noda jadi cling! Selain itu, keberadaan ruang menyusui dan mushala di area juga memudahkan pengunjung menunaikan kewajibannya. FYI, di waktu magrib yang paling panjang antriannya itu mushala lho =) 

Promosi kekayaan warisan kuliner tanah air yang secara kontinyu disuarakan oleh Arie Parikesit salah satunya. Barangkali inilah magnet kuat yang mengundang publik buat berbondong-bondong memborong jajajan di FJB 2015. Terbukti dari beberapa gerai yang terpaksa tutup lebih awal karena ludes sebelum matahari menuntaskan tugasnya. Warbiyasak!

Promosi #KulinerIndonesiaku bisa lewat kaos 
Saya senang ketika akhirnya jajanan nusantara berhasil menjadi buruan kaum mudanya. Begitu juga ketika ekspansi ke negara tetangga menghantarkan hasil bahwa masakan Indonesia juga bisa mendunia! Apalagi didukung produk budaya seperti film. Oh ya, di FJB 2015 kemarin juga ada obrolan santai bareng Lala Timothy yang mengemas film Indonesia pertama dengan tema kuliner lokal lho!

Ngobrol santai tentang #KulinerIndonesiaku ini nambah wawasan sekaligus bikin ngeces!
IMO, akan lebih menyenangkan lagi jika di gelaran FJB berikutnya obrolan tentang kuliner lokal ini juga diperbanyak sesinya. Sedikit terganggu ketika sesi talkshow bareng Arie Parikesit dan pelaku bisnis kuliner ini berlangsung di ruangan yang terlalu kecil (karena banyak sekali peminatnya ternyata!). Plus lokasinya yang terlalu dekat panggung (yang artinya siap-siap terganggu volume band pengiring hehehe) lumayan jadi polusi suara.

Es Palu Butung termasuk salah satu #KulinerIndonesiaku yang laris 
Baru tau kalo di Semarang ada pindang puyuh enak gini huhuhu...

Ketan Susu yang juga jadi rebutan, waiting list karena ludes menjelang petang
Kejutan apalagi yang akan dibagi FJB di 2016 ya? 

Tuesday, June 30, 2015

Menjala Pahala di Bulan Puasa

Di bulan puasa Ramadan, kebaikan digandakan pahalanya. Jadi, sayang banget kalo empat pekan ini berlalu sia-sia tanpa beramal ya?

Meskipun tidurnya orang puasa konon dinilai ibadah juga, akan lebih baik kalo energinya dialihkan untuk hal positif seperti beres-beres kamar. Nah, kalau kamu menemukan barang bekas nggak terpakai teronggok di sudut rak, alihkan aja buat kemaslahatan umat. Toh kamu nggak akan menjadikan sudut kamarmu sebagai museum kan? 

Caranya gimana?

Barang bekas (baik hasil belanja impulsif ataupun pemberian mantan) punya kamu bisa jadi berkah jika dititip jual lewat OLX. Selama Ramadan ini, OLX punya program #BekasJadiBerkah yang memberdayakan barang-barang bekasmu jadi bantuan buat yang membutuhkan.  Prosedurnya juga nggak susah, iyalah masa mau berbuat baik pake dipersulit sih? Buka link BJB kemudian klik “salurkan bantuan Anda sekarang” 




Selanjutnya, isi form selengkap mungkin termasuk foto barang yang ingin kamu jual. 
Kamu juga bisa memasang iklan lewat aplikasi OLX di Android atau iOS kok, jangan lupa tambahkan tagar #BekasJadiBerkah pada deskripsi iklan. 

Ada tujuh yayasan yang bisa kamu sumbangkan di program #BekasJadiBerkah ini, antara lain Akademi Berbagi dan SMK Itaco yang fokus di pendidikan. Daftar nama lengkapnya bisa kamu lihat di sini ya silakan pilih. 

Eh, ternyata selain berkah buat yang menerima bantuan, program ini juga bagi-bagi hadiah bagi pemasang iklan! Setelah pasang iklan, banyak-banyakin share di semua kanal media sosial kamu biar peluang menang makin gede ya. 



Gimana, siap membuang masa lalu dan mengubah yang #BekasJadiBerkah ?

Tuesday, June 23, 2015

Bekal Buka

Selain nasi dan mi, sepertinya roti adalah sumber karbohidrat yang jadi pilihan kalo lapar ya? Selain bikin kenyang, rasa roti yang cenderung netral membuatnya lebih fleksibel untuk dipadankan dengan apapun. Kalau nasi dan mi bisa dibuat lontong, maka roti tawar atau roti isi adalah pilihan sempurna yang gampang bergonta-ganti pasangan untuk jadi santapan. 

Apa isian roti favorit kamu?

Sebagai #teamasin yang kental kearifan lokal, tentunya saya lebih suka isian roti bernuansa nusantara. Misalnya oncom gitu ya? Tapi nanti jadinya ketuker sama combro dong hehehe... Nah, gimana kalau bakso ayam jadi isian roti? Sempurna kan?

Ini dia yang disajikan dalam roti bakso ayam lansiran sebuah toko kue online bernama Creme31. Produk terbarunya ini memadukan empuknya adonan roti dan bakso ayam yang diolah jadi isian enak dengan taste lokal. Saya sungguh bahagia menemukan bahwa roti bakso ayamnya Creme31 ini memiliki tekstur yang empuk dan--hohoho--isiannya memenuhi 90% body roti! 



Ukuran roti bakso ayam ini juga nggak terlalu besar, kira-kira sepantaran dengan Minions hadiah dari resto cepat saji itu deh. Pas kan? Nggak terlalu ngenyangin dan nggak malu-maluin kalo mau nambah porsi hahaha....

Diantar sesaat setelah dibuat (makanya pas nyampe masih anget banget!), Creme31 nggak pelit isian. Begitu dicuil, tumisan bakso-ayam menyeruak dari balik gigitan. Karena saya penyuka pedas, menambahkan sedikit saos sambal atau chili flakes sebagai variasi memanjakan lidah akan memperkaya rasanya. Berhubung kiriman datang di hari menjelang Ramadan, dua potong roti isi bakso ayam ini saya save buat sahur dong. Dan cukup memberi energi untuk seharian! 


Minions aja rebutan! 

Usul saya sih, Creme31 mengurangi kadar manis dalam isian. Atau bikin beberapa versi yang manis dan yang asin gitu. Mudah-mudahan sih nanti keluar versi kari sapi atau ayam suwir pedas, kenapa nggak?


Siap pesan antar! 
Buat yang nyari menu buka puasa atau mau kasih bingkisan lebaran yang beda, bisa pesan roti isi bakso ayam ini di toko kue online ini ya.... Jangan lupa kirim satu dus ke kantor saya hehehe (^__^)

Friday, June 12, 2015

Ngebut Tanpa Benjut

Kalo lagi buru-buru di jalan, memang nggak dianjurkan buat ngebut karena berisiko benjut seperti kata papan notifikasi yang dipajang di tikungan. Tapi urusan kerjaan yang berhubungan sama internet, kecepatan sepertinya pertimbangan utama sebelum memilih piranti atau koneksi ya?



Menjawab maunya kebanyakan dari kita yang pengen serba cepat, 9 Juni kemarin Smartfren meluncurkan lagi satu ponsel dengan kemampuan mumpuni. Rangkaian Smartfren Andromax 4G LTE ini memang dibekali spesifikasi kece yang memungkinkan buat kebut-kebutan macam mobil-mobil keren di Fast & Furious. 

Ada tiga seri yang diperkenalkan yaitu E, Q, dan R semua-muanya #go4Gready dengan harga sungguh bikin ngeces. Iya, seperti biasa Smartfren emang menawarkan teknologi kekinian yang ramah kantong. Dengan harga di rentang 900ribuan sampai 1,5jutaan aja rasanya nggak akan bikin THR kamu ludes ya? 

Pilih sesuai kemampuan kantong.... 
Secara teknis, Andromax 4G termurah yang diwakili seri E udah dibenamkan prosesor 1,2 GHz Snapdragon 410 dan memori 1GB RAM plus 8GB ROM. Urusan selfie, terwakililah dengan adanya kamera depan-belakang berkekuatan 2MP hingga 5MP. Dan biar makin kekinian, sistem operasi Android Lolipop juga udah disertai dalam semua rangkaian Andromax 4G ini. Tsakep! 

Gak puas dengan kapasitas yang kurang lega? Tambahin aja micro SD card yang mendukung sampe 32GB. Dan tentu saja fitur dual SIM membuat kita gak perlu repot ganti nomor. Saya sendiri lebih sering mengoptimalkan Smartfren buat internetan. Bisa banget diandalin ketika musti revisi kerja di luar kantor. 

Udah pengen banget? Coba weekend ini kamu ke Indonesia Cellular Show di JCC karena Andromax udah nunggu di sana. Dan, biasanya kalo lagi pameran gitu bonusnya banyak di luar bonus data yang bergiga-giga sebagai default kebaikan hati Smartfren hehehe.... 

Tuesday, May 05, 2015

Bagaimanapun, Ketemu Langsung Lebih Seru.

Ini bukan tentang pencarian jodoh ala Tinderella lho, tapi soal belanja online. Udah tau kan kalo dalam rangka ngisi perabotan sarang baru ada sederet daftar barang yang masuk must-buy-items macam pasangan penganten baru. Butuh rogohan kocek lebih dalam kalau saya harus beli baru... *meringis lihat saldo*

Dengan kebutuhan segambreng dan pertimbangan finansial, saya emang lebih memilih beli seken ketimbang harus baru. Nggak selalu yang bekas itu jelek kok. Jauh sebelum tren online shop merajalela, saya beberapa kali belanja barang seken dari milis. Nah, kemudahan bernama tempat belanja online macam OLX inilah yang kemudian jadi pilihan saya. Kenapa? Udah deh baca lagi ulasannya di sini ya ...

Nah, demi memenuhi hasrat dan keinginan melengkapi perabot dapur (biar ngirit pleus lebih sehat urusan masak-memasak!) itu lewat aplikasi OLX yang terinstal manis di gawai saya, perburuan dimulai. Jeng jeng! Dapet deh kulkas murah yang saya mau. (Beberapa hari sebelumnya survey di toko elektronik menunjukkan kenaikan harga lemari es yang signifikan T__T) . Gak nyangka ternyata lewat apps lebih gampang. Tinggal pilih kategori dan target yang diincar, trus manfaatin fasilitas telepon, e-mail, atau SMS yang ada di info jenis barang. Selanjutnya? Janjian deh sama penjualnya.

Kenapa saya lebih suka ketemuan langsung lewat sistem COD ketimbang full transaksi online?

Banyak pertimbangannya, salah satunya faktor keamanan transaksi. Dengan COD baik saya sebagai pembeli maupun penjual sama-sama terhindar dari rasa curiga. Tsaaah. Sekalian lah buka networking baru, siapa yang tau kalo ternyata penjual yang saya hubungi ini bisa jadi pembuka jalan menuju jodoh? *ngarep mode on* 

Eh pengalaman transaksi ketemuan langsung ala COD ini ternyata sama kayak mbak cantik di video ini ya..



Bedanya sih, saya belum nyoba jual barang. Mungkin lain kali harus bongkar gudang buat cari barang mantan yang bisa di-OLX-kan hehehe... 

Monday, April 27, 2015

Dolce Gusto dan Quality Minutes


Buat saya, secangkir kopi lebih dari sekedar penyegar. Seperti pacar, kopi (seharusnya) adalah sumber inspirasi tanpa dibatasi sekat bernama jarak. Maka, ketika begitu banyak deadline kerjaan yang menekan sehingga membatasi gerak saya untuk bisa menghampiri coffee shop agar dapat menikmati kopi. Kehadiran mesin mungil Nescafe Dolce Gusto yang serba bisa membuat beragam minuman selayaknya menu di kafe-kafe merupakan sebuah penyelamat. Tsaaaaah......


Berterimakasih dengan Kehadiran Nescafe Dolce Gusto yang Imut


Iya, karena sebelumnya sudah gemes duluan ngeliat penampakan dari mesin kopi ini, akhirnya saya memutuskan memboyong Nescafe Dolce Gusto Genio. Varian mesin kopi ini memiliki bentuk menyerupai pinguin, pas dan menggemaskan untuk teman ngopi di kantor.


Centil, imut, dan gak makan tempat. It's sooo me! 
Nescafe Dolce Gusto menawarkan berbagai variasi rasa dalam kapsul-kapsul mungil, mulai dari black coffee, aneka rasa latte hingga teh segar buat yang tak begitu suka kopi. Rasanya saya bisa buka kedai kopi sendiri di kantor dengan keragaman rasa dari kapsul Nescafe Dolce Gusto. Selama menggunakan mesin kopi ini, saya sempat beberapa kali bereksperimen rasa. Perlu kepercayaan diri dan kenekatan mencampur beragam rasa serta mengatur takaran air, tadaaaaa...minuman baru kreasi saya pun jadi. Ya, semudah itu sih. Salah satu yang pernah saya coba itu, mencampurkan kapsul peach tea (nestea) dengan kapsul espresso. Rasanya unik mirip bir segar kata teman saya.

Pertama kali saya membawa Nescafe Dolce Gusto Genio ke kantor, keberadaannya langsung menarik perhatian rekan kantor! Setelah menerangkan bagaimana singkat dan sederhana menggunakan mesin kopi ini, serta merta semua orang langsung pengen jadi barista dadakan. Maklumlah, gedung kantornya gak ada coffee shop cynt!

Setelah beberapa minggu ditemani Nescafe Dolce Gusto, kerasa banget si Genio ini membantu saya sebagai anak ahensi yang fakir kafein pas badai deadline mendera. Di sela-sela padatnya jadwal kerjaan, saya bisa melenggang dengan cantik membuat segelas mochacinno atau cappuccino. Praktis, itu yang selalu terngiang ketika melihat Nescafe Dolce Gusto Genio. Saya sengaja tempatkan di meja kerja, karena dia begitu ringkas dan cocok buat jadi pemanis ruangan. Cuma memasukkan kapsul pilihan, menunggu 30 detik hingga mesin siap (lampu power jadi hijau), lalu atur air, tekan dan tadaaaaaa secangkir Chococino bisa saya buat dengan cepat. Kapanpun saya mau segelas minuman favorit bisa segera tersaji, menyenangkan!


Pilih varian Nescafe Dolce Gusto favorit kamu
Eh gak sampe semenit chococinno-nya udah jadi! 
Dengan kemudahan membuat secangkir kopi, saya jadi kepikiran untuk mewujudkan rencana housewarming party yang udah lama pengen diadakan. Seru kan, bisa kumpul seru bareng teman dengan minuman ala kafe di rumah sendiri, sambil masak dan nonton film favorit. Saya mau iseng coba bikin kopi kreasi Latte Art dari Nescafe Dolce Gusto, biar keren aja nanti housewarming party-nya. Ya minimal kaya ini lah ya: 


Bikinan saya? Tentu bukan! Ini mas barista di kelas latte art kok

Gak berat ya nenteng mesin kopi? Jawabnya: sama sekali nggak. Kalo saya yang ceking begini aja kuat nenteng-nenteng dengan naik kendaraan umum, kebayang dong betapa ringannya si Genio ini. 

Kamu mau juga? Nih, ada bocoran dari Nescafe Dolce Gusto yang di 2015 ini genap memasuki tahun kedua (ibarat bayik lagi lucuk-lucuknya):




Wednesday, April 22, 2015

Jajan Enak di Jakfoodies

Seperti gula dan semut, begitulah hubungan baik antara foodies dengan keriaan bernama pesta jajanan. Gak peduli lokasinya yang lumayan jauh, di Puri Orchard (wilayah yang baru saya kenal hahaha!) sekalipun para pecinta makan berduyun-duyun menyambangi.

FYI, Puri Orchard ini bukan di Singapura ya. Tapi di Jakarta Barat, nggak jauh dari stasiun Rawa Buaya kok. 

Awalnya saya sempat skeptis, mengingat kegarangan matahari yang lagi semangat bekerja. PR banget kan kalo kesenangan jajan harus terhalang cuaca panas yang potensial menimbulkan heat stroke. Untungnya, bocoran dari temen yang dateng ke Jakarta Foodies Meet alias JakFoodies di pekan pertama TKP jajan ini terlindungi tenda dan berpendingin, Huwaaa... lengkap sudah gelar surga jajanan ini buat didatengin! 

Bersama rombongan AkberPiknik (grup relawan Akademi Berbagi yang mencari keriaan lewat halan-halan, makan enak atau nonton), berburu makanan enak sekaligus demi kesuksesan #MenujuLangsing dimulai! 




Warning pertama: break your diet! OK sip, sejalan dengan program #MenujuLangsing saya. Yes....

Estimasi saya, ada seratus lebih penyedia jajanan yang berpartisipasi di JakFoodies. Lumayan banyak ya? Tapi dengan penataan yang teratur, saya terbebas dari kekhawatiran nyasar hahaha... Konsep JakFoodies ini jajan menggunakan kupon makan dengan nominal mulai seribu rupiah sampai 20ribu. Hal pertama yang dilakukan adalah memetakan gerai mana yang menjadi sasaran jajan. Ternyata susah, karena makanan yang tersaji enak-enak semua huhuhu...



Pemberhentian pertama: sushi box. Pertimbangannya, sebagai pemilik perut lokal saya butuh nasi. Tapi dengan porsi yang nggak terlalu gede (modus biar muat banyak karena jajanan di JakFoodies begitu menggoda iman). Lupa nama gerainya, tapi menurut saya rasa sushi-nya so so pleus shoyu yang kadar garamnya terlalu tinggi. 



Kelar menganjal dengan tiga potong sushi, baked potato ini langsung memikat mata (dan lidah saya). Selain lokasinya strategis, penataan yang cantik plus kokoh ganteng harga yang ramah kantong membuat saya menjadikan kentang panggang ini sebagai salah satu camilan layak beli. Ada dua varian yang dijual yaitu spicy tuna dan beef bolognaise. Rasanya enak banget dan porsinya memungkinkan buat memberi ruang cukup lega di lambung saya yang bergigi itu hahaha... Oh ya, kamu bisa cari di instagram baked by Atta untuk pesan antar lho! 



Camilan berikutnya, sungguh kekinian: kue cubit genit dengan rasa green tea, ovomaltine,  nutella, dan milo. Enak meski gak seotentik kue cubit abang-abang yang legendaris itu. Varian green tea rasanya sedikit pahit, jadi nggak neg. Kalo kamu ogah gendut, ada baiknya share dengan gengs. Satu boks isi enam pasti terlalu banyak buat disantap sendirian kan? Oh ya, cari di social media dengan nama @cubite_ID ya buat ngintip lebih banyak soal kue cubit kekinian ini.



Karena masih lapar, sate Padang seporsi reramean jadi pilihan. Berhubung mulut lagi sariawan, kurang bisa menikmati. Ya namanya juga sate Padang udah jelas spicy kan? =D 



Biar paripurna, semangkuk sop buah cukuplah ya buat memadamkan "kebakaran" akibat sate Padang. FYI, sop buah ini termasuk yang laris banget. Cepet habisnya, mungkin karena udara di luar panas ya? Biar nyess tentu aja sop buah langsung jadi idola.

Namanya juga lambung bergigi, di luar menu pilihan saya masih ada comot sana-sini yang lumayan bikin lidah bahagia. Ada es krim Turki yang penjualnya jahil nyebelin (cukup mintak karena saya gak suka atraksi main-mainnya), kue cubit macem-macem rasa, fish cake (yang ternyata pempek hahaha), lumpia Semarang (ini enak dan otentik), tapopong (kirain makanan Korea ternyata tahu pong yang diiris kecil-kecil dan dikemas dalam boks praktis ala street food, kece!), kue beras ala Korea (gak suka, lengket di gigi dan nyusahin buat pemilik gigi bertagar) .... wah banyak ya! 

Karena masih laper *WOOT* dan kupon jajan masih banyak (aduh ternyata harga makanan di JakFoodies ini gak mahal!) thawaf dilanjut dengan jajanan yakitori ini...



Satu porsi yakitori ini harganya 40ribu. Gak mengecewakan sih, karena rasanya enak. Tambahan irisan cabe rawit sebagai taburan menyatu dengan pas bersama nori dan wijen. 

Berhubung senja bakal segera tiba *tsaaaah* kami memutuskan untuk menyudahi petualangan perut hari ini. Selesai? Belum dong, ada pizza cone buat oleh-oleh hahaha... Maaf, lupa difoto. Tapi dengan rate 15-25ribu dan rasa yang beragam pizza cone ini termasuk salah satu jajanan layak beli di Jakfoodies. 

Puas? Sebetulnya nggak hahaha... karena ada beberapa camilan yang sold out! Hiks, salah sendiri pake nunda-nunda beli sih ^__^ 

 

Popular Posts