Thursday, December 29, 2011

Buka Mata Ubah Dunia di RF Goes To Jogja

Jogja...


Bukan buat mengenang seseorang atau menikmati nostalgi sih.  Sebagai tukang RoTI yang baik saya nunut aja ketika RoTIFreSh mendapat kehormatan buat bikin event (lagi) di kota penuh legenda ini. Yuk mariii...


Menunggangi JogloSemar, di seputar angka tiga jam perjalanan dari kota loenpia menuju kota gudeg, tentu saja sasaran tuju begitu mendaratkan kaki di tanah monarki *pinjem istilah Lynxluna* adalah tempat makan!  Di sebuah warung makan pinggir jalan, saya menemukan kuliner eksotik yang saya akrabi di masa lalu: lodeh jantung pisang! Kalap banget ngeliat aneka sayuran bertebaran di meja saji: ada tumis daun pepaya dan lodeh terong yang sempet saya kira lompong. Sungguh makan siang ternikmat yang pernah saya coba! :9


Didera hujan, yang namanya keliling kota sementara dimasukkan dalam kotak cita-cita dulu. Tugas negara bikin event RF jadi prioritas utama. Maka setelah kenyang makan dan cukup tidur, saya dan Didut --salah satu chef RoTIFreSh-- mengecek TKP: Dixie. Resto yang cukup nge-hits ini ternyata punya pilihan menu beragam dengan tambahan Warung Pasta dan Kedai Kopi Sruput.  Meski batal icip-icip kopinya, tapi kerinduan saya pada jamur kancing terpenuhi juga d Warung Pasta. Horeeeeee... saking asiknya sampe lupa motret si jamur hihihi ^__^


Kenyang makan, dapet pengetahuan baru juga, Di RF Goes To Jogja yang tercipta hasil kolaborasi sama Lenovo ini hadir @mbakdiskon dan @YogYes. Yang disebut pertama ini adalah semacam groupon yang melokalisasi layanan dengan target market mahasiswa. Gak heran kalau merchants yang digandeng pun sangat akrab dengan para mahasiswa. Pssst... hosipnya MbakDiskon mau merambah kota tetangga seperti Semarang lho! *siap-siap borong*.  Sementara YogYes yang dikenal sebagai portal wisata Jogja nomor wahid ini ternyata membangun usahanya dengan modal enam ribu rupiah saja! Bowk, itu kan sama kayak seporsi makan siang ala anak kos yes?  Dengan baik hatinya YogYes yang digawangi oleh pasangan suwamik-istrik ini membocorkan banyak kiat membangun usaha.  Termasuk menyulap kamar kos jadi kantor! *langsung nyatet*


Oh ya, RF Goes to Jogja kali ini juga mendatangkan pasukan Lenovo, yang lagi punya gawean seru bertajuk DoNetwork! itu. Selentingan tentang DoNetworkID ini sih udah pernah saya denger, tapi tetep aja lebih utuh dan terintegrasi kalo denger langsung dari narasumbernya kan? Nah, di RF Goes To Jogja ini dari pihak Lenovo juga memaparkan lengkap infonya. Saya bocorin dikit yah...


Lenovo DoNetworkID Program ini, adalah program teranyar dari pemasok piranti teknologi informasi mumpuni ini yang memfasilitasi kaum muda buat mewujudkan impiannya. Mimpi adalah kunci, kata Nidji di OST Laskar Pelangi.  Maka, jangan takut mewujudkan mimpimu dalam berinovasi.  Kalau di jaman baheula kita kenal yang namanya Thomas Alva Edison si penemu bola lampu, Indonesia di awal tahun 80-an juga punya Tirto Utomo yang punya inovasi membotolkan air putih dalam kemasan sehingga lebih praktis.  Di jaman sosmed, sebut aja nama Satya Witoelar yang membidani lahirnya microblogging berbasis lokasi pertama Koprol. Nah, kamu juga bisa jadi salah satu dari mereka lho!


Lenovo DoNetworkID ini terbuka buat siapa aja yang punya ide ciamik dan visi mengubah peradaban dunia jadi lebih baik.  Kalo kamu sering ngeluhin kemacetan atau kerusakan lingkungan dan bingung menyalurkan ide brilianmu, langsung aja lah siapin konsepnya yang matang buat di-submit di Lenovo DoNetworkID ini.  Submission date akan ditutup pada 25 Januari 2012, untuk selanjutnya masuk ke meja penilaian sebelum ditahbiskan sebagai finalis pada 26 Januari sampe 29 Februari 2012.  Pengumuman pemenangnya sendiri akan disebar pada 1 Maret 2012.  Masih cukup waktu yes?


Di balik perhelatan ini, ada nama besar seperti Budi P (konsultan teknologi), Nurdiansyah (peneliti dan pemerhati pendidikan) pleus pak Onno W. Purbo sebagai mentor.  Jangan bilang gak kenal sama nama yang terakhir disebut ini ya! *pasang tampang galak*. 


Kalau kamu dan tim terpilih sebagai finalis, siap-siap dihujani dengan produk Lenovo senilai USD 2000.  Sementara pemenangnya akan digelontorkan dana segar sebesar USD 25,000 *ngeces sampe banjir*.  Good news-nya nih, Indonesia adalah negara dengan jumlah peserta terbanyak! Tuh kan, anak muda Indonesia emang kreatif dan inovatif.  Jangan melongo terus ah, langsung aja klik di sini buat ikutan.  Siapa tahu kamu dan tim yang jadi jawara lho! 


Saya tadinya udah siap bertapa buat cari ide dan konsep, tapi berhubung panitia membatasi usia peserta sampe maksimum 25 tahun ya udah deh jadi penggembira aja.  Simpel sih, selain ngomporin yang mudak-mudak buat ikutan saya juga udah mengubah avatar twitter saya dengan twibbon dukungan Do Network ID ini.  Kamu mau? Nih saya kasih link buat bikin twibbon yang merah-merah lucuk ituh


Ada bagusnya juga kamu lihat dulu komen tiga mentor kamu (kalau lolos) di Do Network ini: Pak Onno di sini, untuk pak Nurdiansyah bisa klik ini, sedangkan kata mas Budi P bisa disimak di link ini.  Siapa tau bisa jadi masukan buat kamu sebelum kirim ide.


Good luck yah, saya mo bakar KTP dulu *kesel gak bisa ikutan*

Friday, December 16, 2011

Banci Kuis is Back!

Sejak kapan saya berjuluk "Banci Kuis"?


Entahlah. Yang pasti, beberapa orang mengenali saya sebagai pemburu haratisan di facebook dan twitter. Sah-sah aja kan, selama nggak ngeganggu kalian? Makanya saya berusaha menghindari kuis yang memaksa peserta buat nge-RT karena saya sendiri termasuk golongan yang alergi dengan RT abuser.  Pun ajakan ikutan yang kerap sembarangan dialamatkan ke tweep lain, itu enggak banget deh. Annoying banget. Kadang heran juga, kok bisa-bisanya si quiz hunter itu ngajak brand buat ikutan kuis berhadiah yang diadakan brand lain.  Tsk... (--!)


Sebenernya saya gak ngototan juga sih buat berburu hadiah seru di sosmed-sosmed ini.  Selain hadiahnya asik atau enggak, aturan ikutan juga memengaruhi ketertarikan buat berpartisipasi.  Kalo caranya ribet ya males juga sih hahahaha.... teteup yah!


Prestasi tertinggi saya di dunia per-kuis-an adalah membawa pulang satu iPad 2 cuma lewat nge-twit \(^___^)/. Hamdallah banget, meski sejak itu membatasi diri buat ikutan kuis-kuis berhadiah wah lagi.  Banyak yang protes sik huhuhuhu *pilin ujung kebaya*


Tapi, yang namanya "iman" boleh dong tergoyahkan dikit.  Belakangan ini linimasa saya dibanjiri tagar #LombaDPD yang mengiming-imingi seabrek gadget teranyar macam iPhone 4S, BB Bellagio (ini bener gak sik nulisnya?) dan GTab.  Woo hoooo sungguh menggoda *ngeces-ngeces*.


Cara ikutannya juga gak ribet ternyata, cuma dengan mengirim aspirasi buat DPD kita (masih inget nggak apa itu DPD?) lewat twitter atau blog kalo mo lebih puas dan lega menuangkan uneg-uneg.  Sebelum nge-blog-in aspirasi kamu, ada baiknya browsing tentang DPD yang mungkin sekilas lintas pernah dibahas di pelajaran PMP atau PPKN dulu.  Itu juga kalo merhatiin penjelasan bu guru sih, kalo lupa mintalah bantuan pada Ustad Google tercinta kita.  Sekalian dapet gambaran gimana kinerja mereka selama ini, jadi aspirasi yang dikirim gak asal gitu.


Di microsite-nya sih selain bisa cari tau soal aturan lomba dan submission form buat ngirim tulisan di blog kamu juga ada sedikit info mengenai DPD-nya sendiri.  Lumayan lah buat masukan.  Kalo pengen respon lebih cepet ya bisa juga tanya via facebook, twitter, atau e-mail langsung ke panitia.  Lombanya sampai akhir tahun ini, masih ada waktu dua minggu buat ngejar gadget-gadget impian nih.  Ingetin saya ya kalo udah menjelang tenggat, soalnya suka lupa gitu hihihi


Image dari Ustad Google

Friday, December 09, 2011

Lorong Waktu Lawang Sewu

Lawang Sewu adalah landmark-nya Semarang.

Tegak menantang di jantung Jawa Tengah, dan menjadi bagian dari seratus dua bagunan bersejarah yang diproteksi, siapa yang menyangkal gedung dengan julukan seribu pintu (meski jumlah pintunya nggak sampe seribu juga sih) ini punya daya pikat yang memesona?

Belum ke Semarang kalau belum ke Lawang Sewu, sama derajatnya kalau pulang dari Semarang tanpa menjinjing sekotak loenpia khas kota multikultur ini. Nyatanya, setelah bolak-balik Semarang sekian kali dan sekarang ikut menuh-menuhin sebagai imigran saya baru berhasil mengeksplorasi kawasan yang katanya paling mistis di gedung bekas kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) ini: bawah tanah yang basah dan penuh catatan sejarah. 

Baiklah, saya nggak akan membahas sisi mistis gedung cantik ini karena percuma juga sebagai manusia yang tumpul indra keenam-nya, buat saya sejarah yang terekam di dinding Lawang Sewu lebih menarik buat dikulik.  Sama menariknya dengan menelusuri Djakarta tempo doeloe ketika nama Njai Dasima bersinar sebagai bintang. Seperti memasuki mesin waktu Dr. Emmet Brown dan Marty McFly , jejak-jejak muram seperti diputar ulang menggali imaji saya (tanpa penampakan tentunya).

Bawah tanah di Lawang Sewu adalah penjara bagi penentang penjajah Belanda. Selain fungsinya sebagai penampungan air hujan yang merupakan bagian dari arsitektur eco-friendly karya insinyur Londo. Sebetulnya sih keren ya, sayang fungsi gandanya itu bikin ngeri. Seperti cerita duka tahanan sependeritaan di Batavia (buka sejarah Museum Fatahillah deh), maka para narapidana yang dipenjarakan di bawah tanah Lawang Sewu ini nasibnya juga sama memilukan dan bikin miris. Namanya juga penampungan air hujan, kebayang dong gimana tahanan-tahanan itu tersiksa karena lantai dan lorong yang penuh air ini bisa aja sewaktu-waktu naik dan bikin menggigil. Liat aja deh gimana wujud penjaranya:

^ Penjara Jongkok
Hush, ini bukan bak mandi buat nampung air hujan lho.  Baki raksasa dari semen ini adalah penjara jongkok. Sesuai dengan namanya, tahanan yang kebagian jatah mendekam di sini akan tersiksa karena musti jongkok terus-terusan. Bagian atas penjara ini nantinya ditutup dengan teralis. Bisa napas sih tapi apa nggak sakit badan membungkuk terus-terusan? Sayangnya, saya lupa memberikan pembanding pada saat gambar ini diambil jadi agak susah memberikan gambaran ukurannya. 

^ Penjara Berdiri
Ini penjara berdiri, keliatannya lebih nyaman ya daripada penjara jongkok. Jangan salah, meski penjara ini memungkinkan penghuninya berpose normal dalam keadaan berdiri, penjara yang pintu teralisnya sudah dicopot ini kapasitasnya adalah empat orang. Duh.... gak kebayang sempitnya (--")

^ Ruang Jagal 
Nah yang di atas ini adalah ruangan buat mengeksekusi para tahanan. Gak pake berlama-lama meregang nyawa karena para jagal handal memisahkan kepala dari badan tahanan yang kebagian jatah meninggalkan dunia hari itu. Kepala mereka kemudian diletakkan di bak panjang berisi pasir buat menyerap darah (bakal bikin banjir lorong kalau gak ditampung dalam bak pasir). Tumpukan kepala ini kemudian nantinya dibuang lewat jendela kecil di sebelah kanan pada gambar. Hiiiiy... kebayang ih sungai di masa itu penuh mayat manusia O___o

Menurut guide yang menemani kami tur keliling basement, di kawasan ini memang sering muncul penampakan. Tapi saya nggak ngerti kenapa penampakan yang muncul hantu perempuan berambut pirang ya?  Padahal kan yang dibantai di sini adalah penduduk lokal alias suku Jawa (dan mungkin tahanan pindahan dari daerah lain). Ada yang tau jawabnya?

 

Popular Posts