Spaghetti Sputnik ala Geek

Postingan kedua bulan ini yang mencoba konsisten membahas kuliner hihihi...

Resep ini saya dapat dari seorang temen, sebut saya namanya Yogie, dosen muda penuh dedikasi dan idealisme memajukan kehidupan bangsa lewat ketegasannya mengajar yang ternyata juga hobi bertarung berjibaku di dapur. Salah satu resep yang dipraktekkannya langsung dalam sebuah cooking battle yang panas (kira-kira bersuhu 33 derajat Celcius) di sebuah pawon mungil dengan penerangan matahari sore yang ganas *wooy panjang amat anak kalimatnya!

Terinspirasi dari 9gag, sebetulnya olahan pasta yang sukses melakukan rebonding ini belum punya nama. Melihat penampakannya mirip satelit luar angkasa alm. Uni Sovyet yang pernah digdaya pada jamannya ini, saya--atas ijin Yogie--memilih judul "Spaghetti Sputnik a la Geek" untuk resep ini. Sekaligus apresiasi kepada Yogie sebagai geek *ngetrend* yang telah berkenan berbagi sedikit dari tumpukan iceberg pengetahuannya *salim*


Bikinnya gampang banget, bahan-bahan yang dibutuhkan sangat umum ditemukan di dapur atau pun kulkas anak kos dan ibu-ibu muda pada umumnya:

- Spaghetti mentah

- Sosis sapi/ayam, dianjurkan merek Bernardi yang terbukti lebih tasty
- Kornet sapi/daging sapi segar/beku juga boleh 
- Bawang Bombay
- Oregano, sekarang dijual murah 10ribuan dalam kemasan botol plastik
- Lada hitam atau putih sesuai selera, sawo matang juga boleh
- Minyak zaitun/minyak sayur
- Saos tomat

Pertama sekali, potong-potong sosis setebal kurang lebih 1 cm lalu tusukkan spaghetti hingga berwujud seperti Sputnik.  Sebagai patokan, satu potong sosis cukup menampung delapan batang spaghetti:

Sosis Sapi yang Tertusuk Spaghetti

Tampilan Sputnik, nyomot dari Wikipedia. Mirip gag?
Buat para papa dan mama muda yang seneng masak bareng si kecil, aktivitas tusuk-menusuk sosis sapi ini tentu bakal menyenangkan dan menjadi media harmonisasi keluarga 8')


Okek, sebelum saya larut dalam khayalan masak bareng bapaknya anak-anak beserta si kecil yang riwil gak sabar pengen makan, saya lanjutkan lagi ya langkah mudah mewujudkan spaghetti Sputnik ini *tepuk-tepuk pipi biar sadar*


Rebus air dalam panci yang sedang besarnya sampai mendidih lalu masukkan spaghetti berkaki hati-hati supaya nggak patah. Ciri-ciri spaghetti yang sudah matang ditandai dengan pemikiran yang dewasa perubahan warna tubuh spaghetti yang relatif bening menjadi keruh. Kalo kata suwamiknya temen saya yang orang Belanda, tanda spaghetti matang itu kalo dilempar ke eternit bakal nempel hahahahahaha... kebayang kayak apa langit-langit dapurnya kalo pake metode ini. Atau cicak di Belanda makannya spaghetti ya? *mikir* *gak konsen lagi*


Setelah spaghetti memenuhi cukup persyaratan untuk disebut matang, tiriskan lalu beri sedikit minyak zaitun (kalau ada, jika dirasa terlalu mahal bisa diganti minyak goreng kok) lalu aduk-aduk perlahan biar gak lengket. Kalau biasa ngaduk-ngaduk perasaan orang, coba kurangi intensitas dan kekuatannya saat mengaduk untuk mencegah spaghetti patah atau hancur.



Nah, sekarang kita bikin sausnya yuk...

Berhubung di kulkas saya hanya menemukan sekaleng kornet sapi, maka daging mamalia yang sudah mengalami perlakuan semacam anti aging ini pun jadi pilihan. Tapi, sebelumnya cincang dulu bawang Bombay untuk selanjutnya ditumis dalam margarin/minyak di atas wajan sampai harumnya menggoda macam pria-pria pengguna Axe *khusus edisi Ben Affleck*  Kalo udah wangi, cium masukkan kornet sambil diaduk-aduk. Nah kalo sekarang boleh deh menggunakan setengah kekuatan super saat mengaduk kornet supaya nggak mengumpal. Tambahkan kurang lebih satu sendok teh atau sejumput oregano biar tastes so Italiano hohoho... Kalau suka, bisa divariasikan dengan tambahan saos tomat. Jangan lupa tuang air ke dalam tumisan daging supaya teksturnya menyerupai bubur kental. Oh ya, karena kornet (dan saos tomat!) sudah mengandung sodium atau natrium yang punya peran meningkatkan kinerja pompa otot jantung maka saya memilih untuk tidak menambahkan garam sama sekali pada saus.


Selesai! Mari kita beranjak pada penyajian. Ambil piring datar, jangan piring terbang, lalu tuangkan spaghetti sputnik secukupnya. Lalu siram dengan saus daging kornet. Sebagai pemanis sekaligus sumber antioksidan yang sedikit menebus rasa bersalah karena hidangan ini terbuat dari processed food, taburkan lada hitam di atasnya.



Keliatan nggak "kaki" Sputnik-nya?
Kalau kalian punya banyak waktu (ingat: waktu adalah uang) untuk membeli daging sapi segar atau beku, posisi kornet bisa digantikan dengan daging yang tentunya lebih sehat ketimbang kornet kalengan. Substitusi kornet dilakukan dengan menggunakan daging sapi yang sudah digiling. 


Tips menggiling daging sendiri:
  • Pilih daging yang gak berlemak, tentunya bukan dari daerah perut atau pipi chubby
  • Jika daging baru dikeluarkan dari freezer, hangatkan dengan pelukan meletakkannya di suhu ruang, bukan diseduh dalam air panas apalagi emosi yang membara 
  • Masukkan irisan daging dalam food processor atau blender (pilih cup kecil karena cup besar biasanya diperuntukkan untuk dada besar membuat juice dan kurang mumpuni daya hancurnya), tambahkan sejumput oregano dan minyak sebagai pelicin.
  • Hancurkan dengan food processor/blender sampai daging benar-benar lumat
  • Karena daging giling masih "suci" dari tambahan sodium, silakan tambahkan secubit garam dalam campuran saat membuat saus 

Kalau mau praktis sih bisa aja minta gilingin ke tukang daging atau beli daging giling siap pakai di swalayan.

Gampang kan?
Share on Google Plus

About e-no si nagacentil

Cerdas, ceriaa, centil
    Blogger Comment

15 comments:

didut said...

#ISH masak masak tanpa saya di kantor adalah nista !!

mbitmbot said...

ish bsuk masak lagi!

fanabis said...

hebat euy
masak itu rumit, makannya simple...nyam-nyam 33x

brama danuwinata said...

wah, ini dari 9gag! =))
keren keren!
kayaknya enak ya mbak eno.
*ngiler*

Ad said...

Minta resepnya ya, Mbak Eno.
Enak sepertinya

Aditya Eka P said...

Minta resepnya ya, Mbak Eno.
Enak sepertinya


*belum selesai komen udah nongol aja komentarnya*

Ade Sri said...

Nasibbb anakk kost..uh! #nyanyi

Kok bacanya kayak lg nonton lawak ya, ketawa mulu!

Coba ah :)

warm said...

proses membikinnya rame beud, apalagi sampe ngayal2 gitu, keren :lol:

e-no: si nagacentil said...

@didut @mbitmbot jadi kapan kita masak2? 8))

e-no: si nagacentil said...

@fanabis iya tapi kalo masaknya bareng sama anak fun lho, sekalian masuk dapur sejak dini #eaaa

e-no: si nagacentil said...

@brama iya, apalagi kalo pake daging giling asli lebih yummy!

e-no: si nagacentil said...

@aditya resepnya kan udah disertakan dalam tulisan, hayo baca yang bener! *keplak pake talenan*

e-no: si nagacentil said...

@ade tapi masih kerenan klappertaart elo lah ya *mendadak minder*

e-no: si nagacentil said...

@Warm demikianlah, namanya juga dapurcentil 8))

Aditya Eka P said...

Iya, aku baca sampai habis. maksud ku "minta" , resepnya aku coba dirumah gitu. Ngerti, kaka. Aku baca sampe habis kok