Yoga dan Kebiasaan Baik Supaya Selalu Bugar

Saya setuju banget bahwa olahraga itu bukan obat pelangsing. Artinya, apa pun bentuk badanmu tetap butuh olah tubuh supaya dijauhkan dari mara bahaya dan setan yang terkutuk gangguan kesehatan seperti lemah-letih-lesu-lunglai-loyo plus sakit-sakitan. Tapi sayangnya saya penggila olahraga macam lari, berenang, atau bahkan triathlon. Nge-gym sepertinya menarik, tapi dengan pertimbangan waktu (inget ya: time is money!) sepertinya kubur dulu hasrat menjadi anggota dewan penyantun fitness center

Satu-satunya olah tubuh yang rutin saya lakukan adalah jalan kaki, dengan durasi minimal 30 menit per hari. Karena ogah rugi, kegiatan ini saya lakukan sebagai kewajiban dari-dan-menuju kantor ke rumah serta sebaliknya hahaha.... Lumayanlah buat melatih kaki dan membakar lemak (kemudian ditimpukin roti keju). Tepatnya sih lebih untuk menjaga kondisi jantung dan menjauhkan diri dari penyakit degeneratif. Selain itu, olah tubuh juga membantu sirkulasi darah biar lancar. Peredaran darah yang gak macet kayak jalanan Jakarta menjelang long weekend ini, dibutuhkan supaya kegiatan tetap bisa berjalan meski sedang datang bulan. 

Buat orang lemah kurus seperti saya, olahraga yang ideal biar tetep fit adalah yoga. Dan senangnya. banyak lho gerakan-gerakan yoga buat pemula yang gampang dipraktikkan dalam keseharian. Misalnya aja, yoga buat meredam kram perut ketika menstruasi. Berasa banget ya para perempuan begitu masuk pekan datang bulan bawaannya cranky, males dan pengen kruntelan sepanjang hari karena rasa gak nyaman. Buat yang aktif, jelas gengges karena berakibat tertundanya sederet pekerjaan. Sementara minum pereda nyeri bukan solusi karena sifatnya hanya menekan saraf pengirim sinyal sakit.

Sebagai produk minuman teman baik perempuaan saat datang bulan, Kiranti tau banget deh masalah ini. Mengajak beberapa perempuan aktif mengikuti #yogaintheair, kegiatan yang digelar Sabtu pagi ini mengombinasikan beberapa komponen yang seyogyanya dilakukan perempuan biar tetap aktif tanpa gangguan rutin bernama dismenorrhea: yoga, talkshow, dan bersenang-senang. 


Berlokasi di rooftop Plaza Semanggi, #YogaintheAir diawali yoga bersama dengan gerakan yang simpel untuk meredam nyeri haid. Dengan durasi sekitar 90 menit, dilanjut obrolan bareng yogi dan brand manager Kiranti, acara ini juga memperkenalkan lagi kemasan Kiranti yang lebih chic dengan sentuhan batik. 

Udah tau Kiranti kan?

Di mata saya, Kiranti adalah jamu kunir asem warisan leluhur dengan peruntukan menjaga kebugaran perempuan. Beda dengan obat pereda nyeri, Kiranti gak serta merta membuat dismenorrhea sirna tapi lebih ke maintenance. Kalau merunut komposisinya yang dijejali herba khas Indonesia sih, Kiranti ini gak cuma buat pereda sakit haid tapi juga anti inflamasi (radang) dan anti bakteri (FYI kebanyakan bakteri gak suka suasana asam). Makanya, dianjurkan mengonsumsi Kiranti H-3, saat, dan H+3 menstruasi. Di sini pentingnya mengetahui siklus bulanan ya?  Sekarang sih gak ribet karena banyak aplikasi pendukungnya.

Ada batik yang chic di leher botolnya!
Gak cuma buat haid, Kiranti juga punya varian pegal linu dengan kemasan biru. Sementara di lini pereda nyeri menstruasi, ada dua jenis yaitu original dan yang diberi tambahan orange juice buat meminimalisir aroma kunyit dan pahit rimpang. Karena saya penggemar kunyit asem, mau varian apa juga enak-enak aja selama dinikmati dingin hahaha... Karena sifat anti inflamasi dan anti bakteri itu, Kiranti bisa dibilang bebas pengawet kimia. Ini juga alasan kenapa Kiranti bertahan menggunakan botol kaca supaya isi gak gampang rusak.

Yoga + Kiranti, ideal banget ya biar fit terus?

In daily, jangan lupa juga lengkapi kebiasaan sehat lainnya yaitu kecukupan air bening biar gak dehidrasi dan makanan bernutrisi. Idealnya asupan gizi harian kita harus seimbang karbohidrat, protein, vitamin, dan mineralnya. Contoh sajian yang bisa kamu contek untuk kebutuhan diet harian adalah seperti menu sarapan Gorry Gourmet ini. Kalau kamu kurang suka menu western, bisa kok diganti dengan kearifan lokal seperti karedok atau trancam, dua dari ratusan jenis salad lokal yang enak-enak itu..

 
Tiga rahasia bugar dari dalam



Share on Google Plus

About Unknown

Cerdas, ceriaa, centil
    Blogger Comment

1 comments:

cK said...

Wah iya itu Gorry Gourmet enak banget. *salah fokus*